zoom

Masjid Lautze

“Teguhkanlah Hatiku Agar Senantiasa Di Atas Agama-MU..”

Oleh : Khoiruddin Siregar

Barangkali inilah satu-satunya masjid di Indonesia yang punya nama cukup unik dan asing bagi kita. Melafalkannya pun kita tidak pas dan masih canggung di lidah buat halak hita. Maasjid Lautze adalah sebuah masjid yang didirikan dan dikelolah oleh saudara kita dari etnis China, di Jakarta. Masjid ini didirikan oleh Yayasan Haji Karim Oei (YHKO) untuk sebagai tempat syiar  Islam bagi kalangan etnis China. Yayasan Haji Karim Oei mempunyai misi ingin merubah stikma tentang Islam yang selama ini banyak yang tidak benar dan terlanjur dipercaya di kalangan kaum non muslim atau minoritas, khususnya entis China.

 

Masjid Lautze ini tepatnya berada di jalan Lautze nomor 87-89, bilangan Pasar Baru, Jakarta. Adapun nama masjid ini diambil dari nama jalan dimana masjid ini berada. “Kita ingin menjadi khas daripada masjid-masjid yang lainnya, yang biasa memberikan nama masjidnya bernuansa Arab seperti: “Masjid Al Amin”, “Masjid An Nur” dan lain sebagainya. “Karena itulah kami sepakat masjid ini di beri nama Masjid Lautze!” ujar HM. Ali Karim Oei sebagai wakil ketua umum Yayasan Haji Karim Oei kepada penulis yang datang bersama rombongan dari Harian Republika beberapa waktu lalu. HM. Ali Karim Oei adalah anak kandung dari Haji Karim Oei atau sebagai generasi keluarga Haji Kari Oei.

 

Masjid Lautze dibangun atau didirikan bukanlah berdiri sendiri, seperti masjid-masjid pada umumnya di Indonesia. Tapi masjid ini sebenarnya adalah salah satu ruko yang di sulap menjadi bangunan masjid. Masjid ini memang sengaja didirikan ditengah-tengah pusat dunia bisnis dan perniagaan di China Town, Jakarta. Biar lebih dekat dan menyatu dengan masyarakat dari etnis Tianghoa.

 

“Awalnya berdiri masjid ini kita masih ngontrak satu ruko, karena kita belum punya dana untuk membeli bangunannya.” lanjut HM Ali Karim Oei bercerita. “Dan inilah satu-satunya masjid di Indonesia yang ngontrak karena tidak sanggup membelinya. Tapi walaupun begitu semangat kita untuk berdakwah dan menyebarkan syiar Islam tidak pernah surut dan semakin bertambah semangat dan pantang mundur..!”

 

Barulah setelah tiga tahun mengontrak, pada tahun 1994, BJ. Habibie membeli bangunan ruko ini dari pihak pengembang. Dan kemudian statusnya di hibahkan langsung kepada Yayasan Haji Karim Oei. Kemudian tahun 1995 pihak yayasan membeli sebuah ruko lagi yang berada disebelah masjid Lautze dan kemudian disatukan dengan masjid yang lama. Sehingga masjid Lautze pun bertambah besar.

 

Interior atau arsitektur masjid Lautze cukup unik, yaitu perpaduan dari budaya Timur Tengah, Indonesia dan China. Tapi yang lebih dominan unsur Chinanya. Warna karpetnya merah dara, temboknya berwarna putih dibagian kiri dan kanan. Sementara tembok bagian depan di cat kuning. Dan plafon dikasih warna putih, terus lisnya di cat warna merah dan pilar-pilar yang terdapat dibagian tengah berwarna hijau. Salah satu keunikan dari masjid ini adalah hampir seluruh tembok kiri, kanan dan bagian depan masjid dipenuhi oleh lukisan kaligrafi Arab, namun formatnya meniru gaya kaligrafi China Klasik. Salah satu tujuan dibuat interiornya dominan unsur Chinanya adalah untuk agar para muallaf tidak merasa asing dan cepat akrab dengan suasana masjid. Biar seperti di rumah sendiri.

 

Walaupun Masjid Lautze adalah bangunan ruko yang disulap menjadi masjid, namun masjid ini telah menjadi saksi betapa telah ribuan orang dari etnis China masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat sahadat di masjid ini. Masjid ini juga telah menjadi saksi betapa Islam itu tidak membedakan suku, warna kulit, budaya dan bangsa setiap manusia. Bahwa benar Islam itu rahmatan lil alamin!

 

Dari beberapa kaligrafi yang menghiasi interior masjid ini, ada satu yang cukup menarik perhatian penulis, yaitu kaligrafi yang berisi hadist Nabi Besar Muhammad SAW:

“Allahumma yaa muqolilbul quluubi tsabbit ’alaa diinika..”(Hadist Riwayat Thirmidzi)

Artinya: “Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar senantiasa diatas agama-Mu..”

 

Hadist ini adalah doa dan juga ungkapan hati mereka agar diberikan keteguhan hati dan iman Islam agar senantiasa berada pada agama yang tepat dan benar, yaitu Islam. Agar tiada lagi berpaling ke agama yang lain, selain Islam. Masongon dia dohot hita, madung do hita sude togos dohot togu roha dohot ate-atetta tu na marugamo Islam i..? Insya Allah..! *** (khoiruddin siregar)

Fotografer: Khoiruddin Sireagar.  

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Leave a Reply

comments-bottom
Email
Print
WP Socializer Aakash Web